spot_img
BerandaAqidah dan ManhajBerpegang Teguh pada Sunnah: Jalan Menuju Cinta dan Ampunan Allah

Berpegang Teguh pada Sunnah: Jalan Menuju Cinta dan Ampunan Allah

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُوّنَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِيْ يُحْبِبْكُمٟ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ِ وَاللَّهُ غَفُوْرٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali-Imran: 31)

Ayat ini memberikan dua keutamaan besar bagi orang yang mencintai Allah Ta'ālā dan mengikuti sunnah Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam: yaitu mendapatkan cinta Allah dan ampunan-Nya. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa ayat ini adalah hakim bagi siapa pun yang mengaku mencintai Allah, namun tidak mengikuti sunnah Rasulullah. Maka orang tersebut adalah pendusta, hingga dia benar-benar mengikuti Nabi dalam ucapan dan perbuatan.

Sebagaimana sabda Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٍ

“Barangsiapa yang mengada-adakan dalam perkara agama kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari)

Allah juga menyebutkan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.” (Thaha: 82)

Dalam hadits dari Ibnu Mas’ud Radhiyallāhu ‘Anhu, Rasulullah bersabda:

الْمُتَمَسِكُ بِسُنَّتِي عِنْدَ اخْتِلَافِ أُمَّتِي كَالقَابِضِ عَلَى الجَمْرِ

“Orang yang tetap berpegang pada sunnahku saat terjadi perpecahan di tengah umatku seperti memegang bara api.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga : Pengenalan Sunnah dan Ahlinya

Pahala Besar bagi Pengikut Sunnah

Dari Anas bin Malik Radhiyallāhu ‘Anhu, Rasulullah bersabda:

Mereka yang tetap berpegang kepada Al-Qur'an secara diam-diam maupun terang-terangan di saat manusia lalai, akan mendapatkan pahala 50 kali lipat seperti pahala para sahabat yang awal. Ketika para sahabat bertanya, “Dari kami atau mereka?” Nabi menjawab, “Dari kalian.” (HR. Abu Nu'aim, Al-Hilyah)

Al-Imam Az-Zuhri Rahimahullah berkata:

الاعتصام بالسنة نجاة

“Berpegang teguh kepada sunnah adalah keselamatan.” (HR. Darimi)

Imam Malik juga berkata:

السنة سفينة نوح، من ركبها نجا، ومن تخلف عنها غرق

Sunnah itu seperti kapal Nabi Nuh, barangsiapa menaikinya akan selamat, dan barangsiapa tertinggal darinya akan tenggelam. (Dzammul Kalam)

Al-Awza’i mengatakan bahwa di zaman beliau, manusia mulai lalai mempelajari sunnah. Adapun di zaman ini, kebutuhan untuk belajar dan berpegang teguh kepada sunnah semakin penting.

Berpegang Teguh pada Sunnah

Pokok Pembahasan:

  • Keutamaan berpegang teguh kepada Sunnah di tengah banyaknya ajakan kepada hawa nafsu dan bid’ah.
  • Balasan bagi pengikut Sunnah: pahala besar meski terasa asing di tengah masyarakat.
  • Ciri khas pengikut Sunnah: menyerukan kebaikan, mencegah kemungkaran, dan berjihad (termasuk dengan ilmu).

Sebagaimana firman Allah:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَآفَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوًا فِي الدِِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوهْ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Tidak sepatutnya orang-orang mukmin semuanya pergi (berperang). Mengapa tidak pergi dari setiap golongan di antara mereka sebagian untuk memperdalam ilmu agama dan memberi peringatan kepada kaumnya ketika mereka kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya?” (At-Taubah: 122)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img