spot_img
BerandaAqidah dan ManhajBersabar di Atas Sunnah: Jalan Keselamatan di Tengah Fitnah

Bersabar di Atas Sunnah: Jalan Keselamatan di Tengah Fitnah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridaan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia. Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas.” (QS. Al-Kahfi: 28)

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah untuk bersabar dan tetap bersama orang-orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah bertahlil, bertahmid, bertasbih, dan bertakbir baik di pagi maupun petang hari.

Mereka adalah orang-orang yang ikhlas mengharap ridha Allah, tanpa memandang status sosial baik miskin maupun kaya, lemah maupun kuat. Seorang muslim diperintahkan untuk tidak berpaling dari mereka hanya karena tergiur dengan kemewahan dunia atau kedudukan manusia.

Sebaliknya, meninggalkan majelis orang-orang shalih demi mendekati orang-orang yang lalai justru akan membawa penyesalan di kemudian hari.

Jalan Ahlussunnah: Di Tengah, Bukan Berlebihan

Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullahu Ta’ala berkata:

“Sunnah kalian berada di antara sikap berlebihan dan meremehkan. Maka bersabarlah di atasnya, semoga Allah merahmati kalian.”

Beliau juga menjelaskan bahwa Ahlussunnah adalah golongan yang sedikit, baik di masa lalu maupun di masa mendatang. Mereka tidak mengikuti orang-orang yang tenggelam dalam kemewahan dunia, dan tidak pula mengikuti pelaku bid’ah dalam penyimpangan mereka.

Mereka tetap teguh di atas sunnah hingga ajal menjemput. Inilah jalan yang harus ditempuh oleh setiap muslim yang menginginkan keselamatan.

Baca Juga: Berpegang Teguh pada Sunnah: Jalan Menuju Cinta dan Ampunan Allah

Tipu Daya Syaithan dalam Ibadah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan bahwa setiap perintah Allah tidak lepas dari gangguan syaithan. Syaithan berusaha menyesatkan manusia melalui dua cara:

  1. Ghuluw (berlebihan dalam beragama)
  2. Tafrith (meremehkan dan meninggalkan perintah)

Kedua sikap ini sama-sama berbahaya. Banyak manusia yang terjatuh ke dalam salah satunya, dan hanya sedikit yang mampu istiqamah di jalan yang lurus.

Para ulama salaf juga menegaskan bahwa syaithan selalu berusaha menggiring manusia kepada dua ujung ekstrem tersebut, sehingga seorang hamba perlu senantiasa waspada.

Nasihat Ulama Salaf untuk Istiqamah

Al-Imam Al-Auza’i Rahimahullahu Ta’ala memberikan nasihat yang sangat berharga:

“Bersabarlah di atas sunnah, berhentilah di mana kaum (salaf) berhenti, katakanlah apa yang mereka katakan, dan tinggalkan apa yang mereka tinggalkan. Tempuhlah jalan salafus shalih, karena apa yang mencukupi mereka akan mencukupimu.”

Nasihat ini menunjukkan pentingnya mengikuti pemahaman generasi terbaik umat ini Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya tanpa menambah atau mengurangi ajaran agama.

Keutamaan Bersabar di Atas Sunnah

Berpegang teguh pada sunnah di akhir zaman bukanlah perkara mudah. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Akan datang suatu masa di mana orang yang bersabar dalam memegang agamanya seperti menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini menggambarkan betapa beratnya ujian bagi orang yang istiqamah. Namun di balik itu, terdapat pahala yang sangat besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Realita: Jalan Sunnah Akan Diuji

Di antara ujian yang akan dihadapi oleh orang yang berpegang teguh pada sunnah:

  • Dimusuhi atau dijauhi oleh banyak orang
  • Dianggap aneh atau berbeda
  • Tekanan untuk mengikuti arus mayoritas

Namun semua itu adalah bagian dari jalan kebenaran yang telah ditempuh oleh para nabi dan orang-orang shalih.

Peringatan dari Mengikuti Hawa Nafsu

Islam juga memperingatkan bahaya mengikuti hawa nafsu dan bid’ah:

  • Mengikuti hawa nafsu akan menyesatkan dari jalan Allah
  • Pelaku bid’ah merusak kemurnian agama
  • Orang yang menjual agama demi dunia akan merugi

Al-Qur’an dan sunnah secara tegas memerintahkan untuk menjauhi keburukan serta tidak menjadikan pelaku kesesatan sebagai panutan.

Bersabar di Atas Sunnah: Jalan Keselamatan di Tengah Fitnah

Penutup

Bersabar di atas sunnah adalah kunci keselamatan di dunia dan akhirat. Di tengah banyaknya fitnah dan penyimpangan, seorang muslim harus tetap teguh, tidak berlebihan, dan tidak meremehkan ajaran agama.

Tetaplah bersama orang-orang shalih, jaga keikhlasan, dan ikuti jalan para salafus shalih.

Karena sejatinya, jalan inilah yang akan mengantarkan kepada ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img