BerandaBerita Al-ImanJamaah Haji Indonesia Diimbau Gunakan Jasa Dorong Kursi Roda Resmi

Jamaah Haji Indonesia Diimbau Gunakan Jasa Dorong Kursi Roda Resmi

Jamaah calon haji Indonesia diimbau untuk menggunakan jasa pendorong kursi roda resmi saat akan menjalani tawaf dan sai di Masjidil Haram, Makkah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurahman mengatakan imbauan ini dikeluarkan guna mencegah terjadinya penipuan dari jasa pendorong kursi roda yang tidak resmi.

“Dalam rangka perlindungan bagi jamaah terutama ibadah tawaf dan sai, kami mengimbau bagi jamaah yang akan menjalankan ibadah tawaf dan sai agar menggunakan jasa sewa kursi roda resmi,” katanya dilandir Antara.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Pemkab Bangkalan Minta Tambahan 10 Ribu Vaksin

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan jasa pendorong resmi pada dua terminal yaitu Terminal Syib Amir dan Terminal Jiad, namun masih ditemukan penyedia jasa tidak resmi yang kadang saling berebut.

Untuk mengenali jasa pendorong resmi, kata Khalil, jamaah perlu memperhatikan ciri-cirinya yaitu dengan melihat rompi yang dikenakan.

“Pendorong yang resmi mereka menggunakan rompi yang ada warnanya. Kalau pagi warnanya abu-abu dan hijau lumut. Sedangkan kalau malam berwarna cokelat,” ujar Khalil.

Jamaah Haji Indonesia Diimbau Gunakan Jasa Dorong Kursi Roda Resmi

Selain itu, terdapat nomor identitas mereka yang tertera di rompi dan kursi roda mereka.

Terkait sistem pembayaran, tahun ini PPIH Arab Saudi menggunakan semacam kupon atau kartu yang akan dibayarkan setelah pengantaran selesai.

“Tarif resmi pra puncak sekitar 250 riyal, tetapi pada puncak haji bisa 500 sampai 600 riyal,” imbuhnya.

Namun kata dia, jika jamaah menggunakan jasa pendorong tidak resmi biayanya bisa lebih besar lagi. Selain itu, jamaah juga berisiko ditinggal di tengah jalan oleh pendorong kursi roda tidak resmi.

“Kalau menggunakan yang resmi, kalau ada masalah kita juga mudah menyampaikan komplain kepada penanggung jawab pada koordinator penyedia jasa kursi roda di Masjidil Haram. Tapi kalau tidak resmi, kita kesulitan karena bapak ibu tidak bisa komplain,” pungkas Khalil.

Baca juga: Haji dan Umrah

Serba-Serbi Haji

Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, sekitar 45 ribu peserta lanjut usia (lansia) diberangkatkan ke Tanah Suci. Sebagian diantaranya saat ini sudah tiba di Makkah al Mukarramah.

Setelah tiba di makkah dan beristirahat sejenak, mereka kemudian melaksanakan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram.

Hingga Jum’at, 24 Mei 2024, Kementerian Agama RI mencatat sebanyak 85.782 jamaah calon haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci. Sementara sebanyak 10 calon haji Indonesia dinyatakan meninggal dunia akan mendapat asurasi dan hajinya dibadalkan.

Baca juga: Serba-Serbi Kurban

(frd)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img