BerandaAqidah dan ManhajPuasa Ramadhan dan Tauhid

Puasa Ramadhan dan Tauhid

Syaikh as-Sa'di rahimahullah ta'ala berkata:

“Tidak ada suatu hal yang memiliki dampak yang begitu baik serta keutamaan yang begitu banyak selain tauhid. Karena sesungguhnya kebaikan di dunia dan di akhirat itu semua merupakan buah dari tauhid dan keutamaan yang muncul darinya.”1

Keutamaan Tauhid

Tauhid yang merupakan inti dakwah seluruh Rasul yang memiliki keutamaan-keutamaan yang begitu banyak. Di antara sekian banyak keutamaan-keutamaan itu adalah:2

Pertama: Tauhid merupakan sebab terbesar yang bisa menghilangkan kesempitan dan kesusahan di dunia maupun akhirat.3

Kedua: Tauhid akan menjaga seorang muslim dari kekal di dalam neraka.4

Ketiga: Tauhid adalah sebab seorang muslim mendapat petunjuk dan keamanan yang sempurna baik di dunia maupun di akhirat.5

Keempat: Tauhid mempermudah seorang muslim melakukan amal kebaikan dan meninggalkan kemungkaran, serta menghiburnya ketika ditimpa musibah. Orang yang ikhlas dalam keimanan dan tauhidnya, maka akan terasa ringan baginya menjalankan segala bentuk ketaatan, karena dia mengharap pahala dan ridha dari Rabbnya, dan akan terasa ringan baginya untuk meninggalkan segala bentuk maksiat, karena ia takut akan kemurkaan dan siksa Rabbnya.

Kelima: Tauhid apabila telah sempurna dalam hati seorang muslim, maka Allah akan menjadikan dalam hatinya rasa cinta kepada iman, dan Allah akan menghiasi hatinya dengan iman itu, serta Dia menjadikan di dalam hatinya rasa benci terhadap kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.6

Keenam: Tauhid akan memerdekakan seorang hamba dari penghambaan kepada makhluk-Nya, agar menghambakan diri hanya kepada Allah saja yang menciptakan seluruh makhluk.7

Ketujuh: Orang yang mewujudkan tauhid dengan ikhlas dan benar akan diberikan pertolongan, kemenangan dan kemuliaan di dunia dan akhirat.8

Tauhid dan Puasa Ramadhan

Kaitan Erat Puasa dan Tauhid

Di antara keistimewaan puasa dari ibadah-ibadah lainnya adalah bahwasanya puasa merupakan ajang untuk menempa dan mendidik setiap muslim, untuk selalu mentauhidkan Allah dengan mengikhlaskan ibadah puasanya kepada Allah semata, dan merasa selalu diawasi oleh Allah, serta membuang jauh jauh sifat riya' yang merupakan salah satu bentuk kesyirikan.

Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda tentangnya:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ، قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : الرِّيَاءُ

“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil”, para sahabat bertanya:”Apakah syirik kecil itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: Riya. (HR. Ahmad dan yang lainnya, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jaami' no.1555.)

lbadah puasa adalah ibadah khusus antara seorang hamba dengan Rabbnya. Seorang yang puasa dituntut untuk mengedepankan muraqabah (sifat merasa diawasi oleh Allah), karena yang mengetahui gerak-gerik seorang hamba dalam melaksanakan puasanya dengan benar hanyalah Allah semata. Oleh sebab itulah Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Setiap amalan anak Adam itu adalah untuknya, kecuali puasa, maka sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberinya balasan. (HR. Bukhari no. 1904, Muslim no. 1151 )

Di antara sebab Allah mengkhususkan puasa ini untuk-Nya sebagaimana disebutkan oleh sebagian ulama adalah; bahwasanya orang yang puasa itu dituntut untuk jauh dari riya, karena sifat pelaksanaan puasa ini yang tersembunyi (hanya diketahui oleh Allah), berbeda dengan ibadah shalat, haji, jihad, shadaqah dan ibadah-ibadah zhahir lainnya (maka orang lain bisa melihat dan mengetahuinya).” (Syarah Shahih Muslim: 8/29.)

Baca Juga : Kembalilah Kepada Keyakinan Agama Nabi Ibrahim

Meraih Takwa Dengan Tauhid

Allah berfirman tentang perintah berpuasa:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. al-Baqarah :183)

Predikat takwa yang akan didapat bagi mereka yang berpuasa tidak akan terwujud kecuali dengan tauhid, karena ketakwaan hanya bisa direalisasikan dengan tauhid, yaitu mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada Allah dan melaksanakan semua ibadah itu sesuai dengan contoh dan teladan Rasulullah.

Ibadah, ketaatan, istiqamah, menempuh sirathal mustaqim (jalan yang lurus) dan kata-kata lain yang semuanya bermakna sama, mempunyai dua asas: yang pertama adalah melakukan semua ibadah hanya kepada Allah , dan yang kedua adalah tidak beribadah kepada-Nya kecuali dengan ibadah yang disyari'atkan, serta tidak beribadah kepada-Nya dengan yang tidak disyari'atkan, baik berupa hawa nafsu, persangkaan, maupun bid'ah-bid'ah.9

Demikianlah pembahasan ini, semoga bermanfaat. Wallahu a'lam bish shawab.

Dinukilkan dari Majalah Adz-Dzakirah Al-Islamiyah Edisi 90 Vol. 10 No. 12 Tahun 1435 H/ 2014 M. Puasa Ramadhan dan Tauhid oleh Ustadz Saparudin, Lc. Penerbit STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.

  1. al-Qaul as-Sadid fi Magashid at-Tauhid oleh Syaikh Abdurrahman as-Sa'di , hlm. 16 ↩︎
  2. Dikutip dari al-Qaul as-Sadid fi Magashid at-Tauhid, hlm. 23-25 disertai penyesuaian dan tambahan penjelasan. ↩︎
  3. Allah berfirman:
    ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ
    “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq : 2-3) ↩︎
  4. Rasulullah bersabda:
    “Setelah penghuni surga masuk ke surga, dan penghuni neraka masuk ke neraka, maka sete lah itu Allah pun berfirman: “Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang di dalam hatinya ter dapat seberat biji sawi iman Maka mereka pun dikeluarkan dari neraka, hanya saja tubuh mereka sudah hitam legam (bagaikan arang). Lalu mereka dimasukkan ke sungai kehidupan, maka tubuh mereka tumbuh (berubah) sebagaimana tum buhnya benih yang berada di pinggiran sungai Tidakkah engkau perhatikan bohwa benih itu tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat?” (HR. Bukhari no. 22) ↩︎
  5. Allah berfirman:
    ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ 
    “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS Al-An’am : 82) ↩︎
  6. Allah berfirman :
    وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ فِيكُمۡ رَسُولَ ٱللَّهِۚ لَوۡ يُطِيعُكُمۡ فِي كَثِيرٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡرِ لَعَنِتُّمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِي قُلُوبِكُمۡ وَكَرَّهَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡكُفۡرَ وَٱلۡفُسُوقَ وَٱلۡعِصۡيَانَۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٰشِدُونَ 
    Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS. Al Hujurat : 7) ↩︎
  7. Maksudnya orang yang bertauhid dalam perjalanan kehidupannya hanya beribadah, meminta tolong, berdoa, serta melakukan ibadah lainnya hanya se mata-mata untuk Allah saja, sebagaimana dalam surat al-Fatihah:
    إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ 
    “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”. (QS. Al-Fatihah : 5) ↩︎
  8. Allah berfirman :
    إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَيَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡأَشۡهَٰدُ 
    “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),” (QS. Ghafir : 51) ↩︎
  9. Manhajul Anbiya' fi Tazkiyatin Nufuus oleh syaikh Salim bin led al-Hilali hlm 95-96 ↩︎
ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img