“Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu.” (HR. Abu Dawud)
Dalam hadits-hadits Nabi ﷺ, disebutkan akan adanya perpecahan umat Islam menjadi banyak golongan. Namun di antara mereka, hanya satu golongan yang selamat: Al-Firqah An-Najiyyah. Kelompok ini pula yang dalam hadits lain disebut sebagai At-Thaifah Al-Manshurah—golongan yang senantiasa berada di atas kebenaran dan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah.
Daftar Isi
Hadits-Hadits Tentang Kelompok yang Selamat
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang selalu berada di atas kebenaran, mereka akan senantiasa mendapatkan pertolongan, dan tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datangnya ketentuan Allah.”
(HR. Muslim)
Hadits ini dikenal dengan sebutan Thaifah Manshurah. Mereka adalah golongan yang konsisten berada di atas kebenaran dan senantiasa dimenangkan oleh Allah, baik dalam argumentasi maupun keberlangsungan dakwah.
Dalam riwayat lain dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
“Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 71 golongan dan umatku akan terpecah menjadi 72 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu.”
Ketika ditanya siapa yang selamat itu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mereka adalah Al-Jama’ah”, seraya menggenggam tangannya sebagai simbol kekuatan dan kesatuan.
Siapa yang Dimaksud Al-Firqah An-Najiyyah?
Para ulama dari generasi Salaf telah menjelaskan bahwa golongan yang dimaksud adalah mereka yang berpegang teguh dengan Sunnah Nabi ﷺ dan mengikuti jejak para sahabat.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:
“Jika bukan mereka para Ashabul Hadits, maka aku tidak tahu siapa mereka (yang selamat itu).”
Pernyataan ini juga diamini oleh ulama besar lainnya seperti:
- Imam Al-Bukhari
- Ibnu Al-Mubarak
- Ali bin Al-Madini
- Al-Barbahari
- Al-Lalika’i
- Ibnu Taimiyah
- Syaikh Bin Baz
Semua mereka menegaskan bahwa golongan yang selamat dan dimenangkan Allah adalah Ahlul Hadits dan Ashabul Atsar, yaitu mereka yang mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat.
Baca Juga : Peringatan Bagi yang Meninggalkan Sunnah dan Melakukan Perkara Baru dalam Agama
Penamaan dan Karakteristik Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
Ulama menyebut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dengan berbagai nama sesuai dengan keadaannya:
- Al-Firqah An-Najiyyah (Kelompok yang Selamat)
Dilihat dari nasib mereka di akhirat: selamat dari api neraka.
- At-Thaifah Al-Manshurah (Kelompok yang Dimenangkan)
Dilihat dari keadaan mereka di dunia: dimenangkan dalam hujjah, istiqamah dalam dakwah.
- Ahlul Hadits / Ashabul Atsar
Karena mereka mengikuti hadits-hadits Nabi ﷺ dan atsar para sahabat.
- Al-‘Usbah Al-Hadiyyah, Al-Jama’ah Al-‘Adilah, dan lainnya
Sebutan-sebutan ini menunjukkan ketinggian akidah dan keistiqamahan mereka.

Pesan Imam Salaf: Ikutilah Ahlul Atsar
Al-Imam Al-Barbahari berkata:
“Bertakwalah kepada Allah dalam dirimu, dan hendaknya kamu mengikuti atsar (petunjuk) Rasulullah ﷺ dan para sahabat.”
Makna “Atsar” dalam ucapan tersebut mencakup hadits-hadits Nabi ﷺ dan perkataan para salafus shalih. Itulah jalan keselamatan.
Penegasan dari Ulama Akhir Zaman
Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata:
“Al-Firqah An-Najiyyah adalah At-Thaifah Al-Manshurah. Ciri mereka adalah mengikuti Salaf dan menempuh jalan para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.”
Kesmpulan :
🔹Al-Firqah An-Najiyyah dan At-Thaifah Al-Manshurah bukanlah dua kelompok berbeda, tetapi satu kelompok dengan dua penamaan berbeda tergantung situasi (di dunia dan akhirat).
🔹 Mereka adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang berpegang teguh pada Al-Qur’an, Sunnah, dan manhaj para sahabat.
🔹 Nama-nama lain yang disebut para ulama seperti Ahlul Hadits, Ashabul Atsar, dan Al-Jama’ah semua merujuk pada golongan yang sama.



