BerandaFiqih dan MuamalahKeistimewaan Bulan Dzulhijjah

Keistimewaan Bulan Dzulhijjah

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan yang sangat mulia, kemuliannya sangatlah luar biasa. Namun sayang tidak banyak dari kaum muslimin yang memahaminya. Sehingga tatkala bulan tersebut datang menyapa, mereka selalu mencampakkannya bahkan seakan-akan bulan ini tidak ada nilai bagi mereka.

Allah ta'ala menyebutkan keutamaan serta keistimewaannya dalam Al-Qur’an Al-Karim dan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam pun menyebutkannya dalam sunnah-sunnah beliau yang shahih. Berikut ini firman Allah Ta'ala yang menerangkan keistimewaan bulan Dzulhijjah ini :

وَالْفَجْرِۙ وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ

“Demi waktu fajar. Dan demi malam yang sepuluh”. (Al-Fajr : 1-2)

Para ‘Ulama menyebutkan, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir bahwa yang dimaksud dengan malam yang sepuluh adalah sepuluh malam pertama di bulan Dzulhijjah. Inilah dia salah satu keutamaan bulan Dzulhijjah yang mana Allah Ta'ala bersumpah dengannya. Bahkan kita sering membacakan sebuah surat yang mana di dalamnya terdapat penjelasan akan keutamaan bulan Dzulhijjah, dan mungkin surat ini pun menjadi surat andalan bagi kaum muslimin ketika salat dikarenakan begitu ringkasnya surat ini. Akan tetapi sedikit sekali dari kaum muslimin yang memahami maknanya. Surat itu adalah firman Allah Ta'ala :

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ

“Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah)”. (Al-Kautsar : 1-3)

Para ‘Ulama menyebutkan disinilah perintah Allah Ta'ala kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam tatkala bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, Allah memerintahkannya untuk menegakkan salat dan Allah pula memerintahkannya untuk memuliakan bulan Dzulhijjah dengan berkurban.

Disebutkan dalam hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda :

مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ عَشْرِ ذِيْ الحِجَّةِ

“Tidak ada hari yang mana amal-amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah Ta'ala daripada sepuluh hari di bulan Dzulhijjah”. (HR. Bukhari : 969)

Baca Juga : Perjalanan Bulan-Bulan Haram Telah Dimulai

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Dari sini terdapat pelajaran bagi kita untuk senantiasa berusaha meraih kemuliaan yang terdapat pada sepuluh hari bulan Dzulhijjah tersebut. Diantara keutamaan bulan Dzulhijjah adalah :

  1. Bulan Mulia yang didalamnya terdapat begitu banyak amalan-amalan ibadah.

Kita pun tahu bahwa pada bulan ini kaum muslimin berbondong-bondong untuk melaksanakan ibadah haji. Dan ditempat lain kaum muslimin berbondong-bondong untuk melaksanakan ibadah kurban. Sementara kaum muslimin yang lain ada yang berbondong-bondong untuk melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Semua ini merupakan cerminan akan kemuliaan bulan Dzulhijjah yang sangat besar manfaatnya. Oleh karena itu, sebagai insan yang beriman kepada Allah Ta'ala dan sebagai muslim yang diberikan kesempatan oleh Allah mendapati bulan ini, maka kita harus benar benar mengagungkannya.

Sikap yang pertama yang kita lakukan adalah bersyukur atas nikmat Allah yang telah mempertemukan kita dengan bulan Dzulhijjah ini. Karena didalamnya terdapat ganjaran pahala yang sangat besar jika seseorang mensyukurinya maka Allah akan tambahkan padanya ganjaran tersebut. Maka bagi seorang muslim sepatutnya bulan ini disambut dengan gembira dan syukur karena ada kesempatan besar untuk meraih kemuliaan disisi Allah Ta'ala.

  1. Terdapat ampunan Allah yang begitu besar didalamnya

Bagi seorang muslim ketika mendapati bulan Dzulhijjah merupakan momen baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta'ala melebih di hari hari yang lain. Karena kita adalah makhluk yang penuh dengan dosa dan kesalahan. Kesempatan untuk membersihkan dosa-dosa tersebut belum tentu kita akan diberi peluang lagi oleh Allah Ta'ala. Oleh sebab itu datangnya bulan Dzulhijjah ini kita haruslah menyambutnya dengan perasaan penuh taubat kepada-Nya.

Selain bersyukur dan bertaubat kita pun harus berupaya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah melaksanakan amal shalih. Agar tidaklah berlalu hari hari yang mulia ini begitu saja tanpa makna. Namun kita jadikan hari hari tersebut hari hari yang penuh makna dan penuh nilai disisi Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al-Ankabut : 69)

Dan sikap yang perlu kita persiapkan dalam menyambut bulan Dzulhijjah ini adalah benar benar menjauhkan diri dari berbagai macam perangkap maksiat. Jangan sampai ketika kita sudah berada dibulan tersebut kita melakukan kemaksiatan karena Allah telah memberikan ganjaran yang besar bagi orang yang melaksanakan amal shalih. Selain itu dosa yang dilakukan pada bulan itu akan dilipat gandakan oleh Allah.

Baca Juga : Puasa Arafah Ikut Pemerintah Atau Ikut-Ikutan

  1. Terdapat Pelaksanaan Ibadah Haji Di Dalamnya

Diantara keistimewaan yang dimiliki oleh bulan Dzulhijjah adalah terdapat pelaksanaan ibadah haji didalamnya, yang mana ibadah haji ini dilakukan dimulai tanggal 8 sampai 13 Dzulhijjah. Ibadah haji pun dapat di dahului oleh umrah. Pada ibadah haji dan umrah terdapat keutamaan yang sangat besar sekali, sebagaimana sabda Nabi shalallahu alaihi wassalam:

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

Pada hadits yang lain Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda :

تَابِعُوْا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانَ الْفَقْرَ وَالذُّنُوْبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُوْرَةِ ثَوَابُ اِلاَّ الْجَنَّةَ

“Lanjutkan haji dengan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaiman api dapat menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan surga”. (Shahih Sunan at-Tirmidzi, 1/245 dan Shahih Sunan an-Nasa’i, 2/558)

Mudah-mudahan Allah memberikan rizki kepada kita untuk melaksanakan ibadah haji dan mudah-mudahan Allah memudahkan saudara saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah haji serta menerima segala amal shalih yang mereka lakukan dan tercatat sebagai haji yang mabrur.

Selain itu terdapat kesempatan lain bagi kita yang belum bisa melaksanakan ibadah haji yaitu dengan menmaksimalkan ibadah kita terutama shalat, baik shalat yang wajib maupun yang sunnah. Kita dapat melaksanakan shalat shalat yang sunnah seperti tahajjud, dhuha, dan bisa kita tambahkan dengan melaksanakan shalat syuruq. Terdapat hadits dari Nabi shalallahu alaihi wassalam mengenai ganjaran yang didapatkan pada shalat syuruq dapat setara dengan haji :

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ , تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Siapa yang shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian duduk dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmizi, no. 586)

Ini keistimewaan yang Allah berikan kepada orang yang melaksanakan amal shalih, terlebih lagi ganjaran yang akan Allah berikan kepadanya akan berlipat ganda karena ia laksanakan di sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Bahkan setiap amal shalih yang dilakukan di bulan Dzulhijjah tersebut Allah sangatlah mencintainya. Ketika seseorang telah dicintai oleh Allah Ta'ala semuanya akan dimudahkan oleh Allah. Sebagaimana sabda Nabi shalallahu alaihi wassalam:

وما تقرَّب إليَّ عبدي بشيءٍ أحبَّ إليَّ ممَّا افترضتُ عليه ، وما يزالُ عبدي يتقرَّبُ إليَّ بالنَّوافلِ حتَّى أُحبَّه ، فإذا أحببتُه : كنتُ سمعَه الَّذي يسمَعُ به ، وبصرَه الَّذي يُبصِرُ به ، ويدَه الَّتي يبطِشُ بها ، ورِجلَه الَّتي يمشي بها ، وإن سألني لأُعطينَّه ، ولئن استعاذني لأُعيذنَّه ، وما تردَّدتُ عن شيءٍ أنا فاعلُه ترَدُّدي عن نفسِ المؤمنِ ، يكرهُ الموتَ وأنا أكرهُ مُساءتَه

Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (amal shaleh) yang lebih Aku cintai dari pada amal-amal yang Aku wajibkan kepadanya (dalam Islam), dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal tambahan (yang dianjurkan dalam Islam) sehingga Aku-pun mencintainya.

Lalu jika Aku telah mencintai seorang hamba-Ku, maka Aku akan selalu membimbingnya dalam pendengarannya, membimbingnya dalam penglihatannya, menuntunnya dalam perbuatan tangannya dan meluruskannya dalam langkah kakinya. Jika dia memohon kepada-Ku maka Aku akan penuhi permohonannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku maka Aku akan berikan perlindungan kepadanya. Tidaklah Aku ragu melakukan sesuatu yang mesti aku lakukan seperti keraguan untuk (mencabut) nyawa seorang yang beriman (kepada-Ku), dia tidak menyukai kematian dan Aku tidak ingin menyakitinya” (HR al-Bukhari 5/2384, no. 6137).

dzulhijjah dan keutamaannya
  1. Terdapat Ibadah Puasa Arafah

Diantara amal shalih yang dapat dilakukan pada bulan Dzulhijjah adalah puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Terdapat keutamaan pada puasa Arafah yaitu akan dihapuskannya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Seperti sabda Nabi shalallahu alaihi wassalam :

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no. 1162)

Terdapat pada hadits lain yang menerangkan keutamaan puasa Arafah ini. Yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim :

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Siapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.”(HR. Bukhari, no. 2840 dan Muslim, no. 1153)

  1. Pelaksanaan Ibadah kurban

Orang yang diberikan kesempatan oleh Allah Ta'ala bertemu dengan bulan Dzulhijjah. Maka yang harus ia lakukan adalah banyak bersedekah, bersedekah dengan makna yang umum atau bersedekah dengan makna yang khusus yaitu berkurban. Pada amalan ini tidaklah semua kaum muslimin dapat melaksanakannya, bahkan ketika datang waktu kurban justru mereka memimpikan kupon kurban kemudian memperebutkan daging kurban yang tidak seberapa. Padahal ia memiliki harta yang banyak bahkan bisa digunakan untuk membeli hewan kurban. Padahal setiap muslim telah berikrar kepada Allah sebagaimana pada firmannya :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

“Katakanlah sesungguhnya sembahyangku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. (Al-An’am : 162)

Kita telah berikrar kepada Allah bahwa sembelihan kita hanyalah untuk Allah saja, namun dimana sembelihan kita. Apakah itu hanya sebatas ikrar saja tanpa pembuktian. Jika kita benar cinta kepada Allah maka perlu lah kita buktikan hal tersebut, dan salah satu amalan yang paling dicintai di bulan Dzulhijjah adalah berkurban karena amalan ini hanya ada pada bulan Dzulhijjah saja.

Bahkan Nabi shalallahu alaihi wassalam mengancam bagi setiap orang yang memiliki kelapangan pada hartanya namun enggan melaksanakan kurban untuk tidak mendekati tempat shalat. Sebagaimana sabda Beliau shalallahu alaihi wassalam:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadits ini menunjukkan kepada kita bahwa orang yang demikian berdusta dalam ucapan ucapan keimanannya dan kecintaannya kepada Allah dipertanyakan. Berkurban bukanlah sekedar mempersembahkan hewan sembelihan tersebut kepada Allah, melainkan sebuah bukti ketakwaan seorang hamba kepada Allah. Karena Allah tidak membutuhkan daging dan darah yang dipersembahkan oleh hamba Nya. Allah Ta'ala berfirman:

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”. (Al-Hajj : 37)

Ingatlah berkurban adalah ibadah yang paling utama dibulan Dzulhijjah ini maka laksanakanlah keutamaan keutamaan tersebut, karena keutamaannya akan memberikan manfaat kepada orang yang melaksanakannya.

Baca Juga : Serba-Serbi Qurban

  1. Bulan yang penuh berdzikir kepada Allah

Bulan Dzulhijjah ini adalah bulan yang penuh dengan dzikir. Allah Ta'ala berfirman :

وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَٰتٍ

“…dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan…” (Al-Hajj : 28)

Para ‘Ulama menyebutkan mengenai berdzikir di hari hari yang telah ditentukan yaitu dihari hari pada bulan Dzulhijjah tersebut terutama diawal awalnya. Maka dari itu banyak kita dapatkan riwayat yang datang dari para sahabat, ketika mereka memasuki bulan Dzulhijjah mereka memperbanyak takbir dan tahlil kepada Allah Ta'ala.

Bahkan diantara mereka ada yang pergi ke pasar untuk mengumandangkan kalimat takbir dan tahlil, namun -subhanalloh- sayangnya sunnah sunnah ini banyak ditinggalkan oleh kaum muslimin ketika di bulan Dzulhijjah. Banyak diantara kita yang melalaikan waktu tidak berdzikir kepada Allah c. Padahal dzikir yang dilakukan pada bulan Dzulhijjah sangat dicintai oleh Allah Ta'ala. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda “Perbanyaklah takbir, tahlil, dan tahmid di dalamnya (Bulan Dzulhijjah)”

Kaum muslimin rohimani warohimakumulloh, sebentar lagi bulan Dzulhijjah akan menyapa kita semua. Jangan sampai kita menjadi orang orang yang lalai. Kita telah diberi kesempatan oleh Allah untuk melakukan amal shalih justru kita melalaikannya sungguh hal itu adalah kerugian yang besar.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba Nya yang cerdas, yang dapat memanfaatkan waktu waktu yang mulia di sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah. Dimulai dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Dzulhijjah kita isi dengan amalan amalan shalih seperti dzikir, sedekah, puasa, shalat sunnah, berkurban, dan masih banyak amalan shalih yang lainnya yang dicintai oleh Allah Ta'ala. Sehingga dengan itu kemuliaan, keberkahan dalam hidup ini, bahkan cinta Allah akan kita dapatkan pula. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua. Wallahu ‘Alam

Ustadz Muhammad Chusnul Yakin, M.Pd.I Rahimahullah

Baca Juga : Ibadah Tanpa Batas

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img