BerandaTanya UstadzCara Shalat Ketika Safar

Cara Shalat Ketika Safar

Pertanyaan: 

“Saya melakukan perjalanan safar  dengan kereta, berangkat jam 10 pagi, dan sampai tujuan pada jam 10 malam. Maka bagaimana saya melakukan shalat di atas kereta tersebut?”

Jawaban:

Jikalau yang berkaitan dengan shalat magrib dan isya itu tidak ada masalah, karena bisa dijamak takhir ketika sampai rumah. Yang menjadi masalah adalah shalat zuhur dan asharnya, dzuhur dan ashar waktunya singkat, dan kalau tidak dilakukan di waktu dhuhur ya berarti dilakukan pada waktu ashar.

Maka dalam masalah ini pendapat yang insyaallah lebih hati-hati, dia tetap harus shalat, meskipun dia tidak bisa melakukan gerakan yang sempurna. Maka dia tetap wajib shalat pada waktunya, karena menghormati waktu shalat ini lebih didahulukan dibandingkan melakukan gerakan salat secara sempurna.

Jadi dalam shalat itu ada prioritas maslahat, dan maslahat memperhatikan waktu alias shalat di dalam waktunya ini lebih didahulukan dibandingkan memperhatikan maslahat salat dalam keadaan sempurna dan dilakukan sebisanya.

Baca Juga : Cara Mudah Memakmurkan Masjid

shalat ketika safar

Misalnya dia mungkin tidak bisa menghadap kiblat secara full, jadi misalnya dia perjalanan dari Jakarta ke Surabaya itu akan otomatis membelakangi kiblat karena berjalan menuju arah timur, ya maka caranya adalah usahakan menghadap kiblatnya pas Takbiratul Ihram. Jadi berdiri takbiratul ihram menghadap kiblat, kemudian silahkan duduk lanjutkan sampai sholat selesai.

Jadi usahakan kalau memang tidak bisa menghadap kiblat full 100%, usahakan pas Takbiratul Ihram kita dalam keadaan berdiri dan menghadap kiblat. Adapun setelahnya maka lakukan sebisa mungkin, misalnya tidak bisa ruku’ , maka dengan isyarat menundukkan kepala, kemudian tidak bisa sujud maka dengan isyarat menundukkan kepala tapi lebih rendah dari ruku’.

Jadi intinya alasan tidak bisa melakukan shalat karena tidak bisa melakukan gerakannya dengan sempurna bukanlah sebuah alasan yang menjadikan kita boleh melakukannya di luar waktu. Jadi tetap harus dilakukan pada waktunya, ya bisa dijamak qashar mungkin di Ashar atau di zuhur, terus nanti shalat magrib dan isyanya bisa dilakukan dengan sempurna tatkala di rumah. ya kalau maghrib dan isya tidak ada masalah, harus dilakukan dengan sempurna karena waktu Isya Sebagian ulama berpendapat sampai subuh, Jadi yang jadi masalah adalah zuhur dan asharnya saja wallahualam.

Lihat Selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=IOXlvw8fckg

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img