Daftar Isi
Qadar dan Tingkatannya
Pada pembahasan yang lalu telah dibahas terkait makna dari qadar, kali ini kita akan mendalami tingkatan dari beriman kepada qadar.
Baca selengkapnya : Sejenak Menyelami Makna Qadha’ dan Qadar
Ikhwatal Iman, Qadar memiliki beberapa tingkatan, tidak sempurna keimanan seseorang terhadap qadar, melainkan harus terpenuhinya semuanya, karena satu sama lainnya saling berkaitan. Apabila rusak keimanannya kepada salah satunya, maka rusaklah keimanannya kepada qadar. Tingkatan tersebut adalah;
Tingkatan Pertama, Ilmu
Yaitu bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, baik secara global atau terperinci, baik berkaitan dengan perbuatan perbuatan-Nya atau perbuatan hamba-Nya, mengetahui apa yang telah terjadi, apa yang akan terjadi, apa yang tidak terjadi, bagaimana sekiranya terjadi.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ
“Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. (QS. al-Hasyr: 22)
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْكُمْ مِنْ نَفْسٍ، إِلَّا وَقَدْ عُلِمَ مَنْزِلُهَا مِنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ
“Tidaklah salah seorang di antara kalian, melainkan telah diketahui tempatnya yang berupa surga atau neraka.” (HR. Muslim, no. 2647)

Tingkatan Kedua, Penulisan
Allah telah menulis ketetapan ketetapan untuk makhlukNya dalam Lauh Mahfuzh. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۚ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَٰبٍۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ
“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”. (QS. al-Hajj: 70)
Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda:
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيْرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بِخَمْسِيْنَ أَلْفِ سَنَةٍ
“Allah telah menuliskan ketentuan-ketentuan makhluk-makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi selama lima puluh ribu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim)
Baca juga : Bersemangat Mengajari Anak Aqidah yang Benar
Tingkatan Ketiga, Masyi'ah
Masyi'ah artinya kehendak, yaitu bahwa Allah memiliki kehendak, apa yang dikehendakiNya terjadi, apa yang tidak dikehendakiNya tidak terjadi. Tidak ada sesuatupun yang terjadi, melainkan dengan kehendakNya.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَرَبُّكَ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخۡتَارُۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ
“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)”. (QS. al-Qashash: 68)
Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda:
إِن قُلُوْبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ أَصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ، كَقَلْبِ وَاحِدٍ، يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ
“Sesungguhnya hati-hati anak keturunan Adam itu seluruhnya berada di antara jari-jemari ar-Rahman, laksana hati yang satu, Dia memalingkannya sebagaimana yang Dia kehendaki.” (HR. Muslim, no. 2655)
Baca juga : Kewajiban Utama Untuk Mengenal Allah
Tingkatan Keempat, Al-Khalq
Al-Khalq yaitu Penciptaan, bahwa semua apa yang ada adalah ciptaan Allah.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُلِّ شَيۡءٖۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ وَكِيلٞ
“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu”. (QS. az-Zumar:62)
Inilah tingkatan beriman kepada qadar, semoga bermanfaat baarakallahu fiikum.
Dinukilkan dari Majalah Adz-Dzakirah Al-Islamiyah Vol. 9 No. 10 Tahun 1433 H/ 2012 M. Menggapai Hidup Tegar dengan Beriman Kepada Qadar oleh Ustadz Muhtar Arifin, Lc. Penerbit STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.



