BerandaNasehatKecanduan Dosa , Bagaimana Mengobatinya?

Kecanduan Dosa , Bagaimana Mengobatinya?

Telah Kecanduan Dosa, Jangan Putus Asa!

Sungguh sengsara orang yang memiliki hati yang mencintai perbuatan dosa, ia merasa tersiksa ketika tidak melakukan perbuatan dosa, ia merasa sempit dikala melihat orang berbuat baik. hari-harinyapun kurang terasa indah bila tidak diisi dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum agama. Padahal Allah sangat murka dengan orang-orang yang berbuat dosa. Dan setiap dosa yang dilakukan seorang hamba akan mendapat kan balasan dari Allah, baik balasan yang disegerakan di dunia atau balasan yang ditangguhkan kelak di akhirat.

Namun terkadang hidayah Allah turun kepada hamba yang Dia kehendaki, tak terkecuali kepada orang yang sudah terlanjur gandrung dengan dosa, yang sudah kecandun menikmati perbuatan-perbuatan haram. la sadar bahwa dirinya telah dilumuri dengan kotoran-kotoran dosa dan kemaksiatan, ia ingin segera membersihkan dirinya dari kotoran-kotoran tersebut, namun ia bertanya kepada dirinya sendiri, “Apakah aku bisa menghilang kan candu dosa dari hatiku ini?,apakah dosa yang sudah begitu lekat dengan hatiku ini bisa pudar dan sirna?”, dan pertanyaan-pertanyaan senada yang kadang membuat orang yang ingin bertaubat dan keluar dari jeratan dosa merasa putus asa untuk bisa melakukannya.

Wahai saudaraku tercinta, janganlah gundah lagi putus asa, janganlah menuruti bisikan bisikan setan yang membuatmu lemah, kuatkan dirimu untuk membersihkan dan mensucikan hatimu, kuatkan dirimu untuk menghilangkan candu dosa yang telah melekat lama dalam jiwamu.

Ketahuilah wahai sudaraku tercinta, bila engkau mau menapaki jalan-jalan berikut ini, maka engkau akan terbebas dari candu dosa, dan engkaupun akan selamat dari dosa yang sudah lama berkarat di hatimu.

Kecanduan Dosa

Baca Seksama, Inilah Obat Kecanduan Dosa.

Solusi Pertama: Menuntut Ilmu Agama dan Sabar dalam Menahan Diri dari Perbuatan Dosa

Sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama, bahwa orang yang berbuat dosa itu disebabkan karena dua hal: kejahilan dan menuruti hawa nafsu.

Bagi orang yang melakukan perbuatan dosa disebabkan karena kejahilan, wajib baginya untuk menuntut dan memperdalam ilmu agama, ilmu yang bersumber dari al Qur’an dan Hadits-hadits Nabi yang shahih sesuai dengan pemahaman para sahabat Nabi, maka ilmu adalah cahaya yang menerangi hati seorang hamba, sehingga bisa membedakan mana yang baik dan buruk menurut Allah dan RasulNya , membedakan mana yang haram dan halal, yang haq dan batil, yang dosa dan berpahala. Itu semua adalah buah dari sebuah ilmu.

Namun apabila seseorang berbuat maksiat disebabkan karena menuruti hawa nafsu, maka obatnya adalah dengan bersabar dan mengharap pahala dari Allah dalam menahan diri dari maksiat. Karena hanya dengan kesabaran yang bisa memadamkan gejolak syahwat yang menyala-nyala, dan dengan adanya rasa mengharap pahala, ganjaran, dan kenikmatan yang akan diberikan oleh Allah, maka ia bisa meninggalkan perbuatan dosa yang menurutnya mengandung kenikmatan, padahal kenikmatan yang ada dalam dosa tersebut hanya sesaat dan akan berujung adzab, serta tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kenikmatan-kenikmatan surga yang diperuntukkan bagi hamba hambaNya yang bertakwa.

Baca Juga : Kiat Menggapai Istiqomah

Solusi Kedua: Berpegang Teguh dengan Agama Allah

Orang yang ingin mensucikan hati dari candu dosa hendaklah berpegang teguh dengan agama Allah, sehingga ia dapat bertahan diatas kesucian dirinya walaupun banyak godaan disekitarnya yang membujuknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan nista. Allah berfirman:

وَمَن يَعۡتَصِم بِٱللَّهِ فَقَدۡ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ 

“Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali Imran: 101)

Maka orang yang berpegang teguh dengan agama Allah akan ditolong oleh Allah dari makar dan tipu daya setan dalam menjerumuskan manusia agar jatuh ke dalam kubangan dosa. Dan yang dimaksud dengan berpegang teguh dengan agama Allah adalah berpegang teguh dengan al-Qur`an al-Karim, dengan cara membacanya, mempelajari makna kandungannya, dan mengamalkan hukum hukumnya yaitu mengerjakan perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan yang terdapat di dalamnya. (Lihat kitab at-Taubah Ilallah Ma’naha Haqiqatuha Fadluha Syuruthuha, hal. 47, karya Syaikh Shalih Ghanim as-Sadlan)

Baca juga : Meraih Kembali Kemuliaan yang Hilang

Solusi Ketiga: Merasa Takut dari Adzab yang Disegerakan Baginya di Dunia

Setiap dosa yang dilakukan seorang hamba pasti membawa malapetaka dalam kehidupannya, adzab bisa saja datang dengan segera menghampiri pelaku dosa tanpa ia menduganya, maka celakalah bagi orang yang merasa aman dari siksa Allah, atau bahkan ia mengira tidak akan ada malapetaka yang bakal menimpanya.

Allah Ta’ala berfirman :

أَفَأَمِنَ أَهۡلُ ٱلۡقُرَىٰٓ أَن يَأۡتِيَهُم بَأۡسُنَا بَيَٰتٗا وَهُمۡ نَآئِمُونَ أَوَ أَمِنَ أَهۡلُ ٱلۡقُرَىٰٓ أَن يَأۡتِيَهُم بَأۡسُنَا بَأۡسُنَا ضُحٗى وَهُمۡ يَلۡعَبُونَ أَفَأَمِنُواْ مَكۡرَ ٱللَّهِۚ فَلَا يَأۡمَنُ مَكۡرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ أَوَ لَمۡ يَهۡدِ لِلَّذِينَ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡأَرۡضَ مِنۢ بَعۡدِ أَهۡلِهَآ أَن لَّوۡ نَشَآءُ أَصَبۡنَٰهُم بِذُنُوبِهِمۡۚ وَنَطۡبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ 

“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?” (QS. al-A’raf : 97-100)

Ayat-ayat yang mulia ini mengingatkan kita semua agar tidak terlena dengan sebuah dosa yang kadangkala adzabnya disegerakan di dunia, maka rasa takut dari siksa yang disegerakan di dunia haruslah ada dalam hati setiap muslim khususnya bagi pecandu dosa, agar ia bisa lepas dari jeratan dosa yang telah lama membelenggunya. Perhatikanlah hadits Nabi berikut ini yang menjelaskan tentang disegerakannya adzab bagi pelaku dosa. Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ

“Tidaklah nampak perbuatan keji pada sebuah kaum hingga mereka melakukannya dengan terang terangan, kecuali akan tersebar di antara mereka wabah tha’un dan penyakit-penyakit yang tidak pernah terjadi pada umat-umat sebelumnya.” (HR. Ibnu Majah)

Baca Juga : Berburu Derajat di Surga Terbaik

Solusi Keempat: Menjaga Diri dari Makanan dan Minuman yang Haram

Makanan dan minuman haram berpotensi besar untuk menghalangi seorang hamba menuju penghambaan yang sempurna kepada Allah, jika demikian adanya maka orang yang gemar mengkonsumsi makanan dan minuman haram akan sulit baginya untuk ber taubat dari sebuah dosa.

Tidakkah kita mengambil ‘ibrah (pelajaran) dari hadits Nabi berikut ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ. فَقَالَ: ((يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ)). وَقَالَ: ((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ)) ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لذلك

Dari Abu Hurairah, beliau ber kata: “Rasulullah bersabda ‘Wahai manusia sesungguhnya Allah Maha Baik maka tidaklah menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang yang beriman seperti memerintahkan para rasul, maka Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Allah pun berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik baik yang Kami berikan kepadamu”, lalu nabi menyebutkan ada seorang laki-laki yang mengadakan perja lanan jauh rambutnya lusuh dan berdebu, ia mengangkat tangannya ke atas langit seraya berkata: Wahai Rabbku wahai Rabbku, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dicukupi dengan sesuatu yang haram, maka bagaimana mungkin akan dikabulkan doanya. (HR.Muslim)

Maka jagalah diri kita dan keluarga kita dari barang yang haram, karena sebagaimana yang dikatakan Ibnu Rajab al-Hanbali: “Sesungguhnya memakan barang yang haram itu dapat merusak amalan, dan menjadikan amalan tersebut tertolak.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, 1/260)

Renungilah perkataan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah:

“Kemaksiatan dapat melemahkan kehendak hati, sehingga keinginan untuk bermaksiat semakin kuat dan sedikit demi sedikit melemahkan keinginan untuk bertaubat hingga akhirnya hilang keinginan untuk bertaubat dari dalam hatinya.” (Ad-Da`u wa ad-Dawa hal. 141)

Baca Juga : Agar Ibadahmu Diterima

Solusi Kelima: Hendaknya Seorang Sadar Bahwa Semua akan Dimintai Pertanggung jawaban

Seorang hamba hendaknya ingat bahwa kelak ia akan berdiri di hadapan Allah untuk mempertanggung jawabkan setiap perbuatan yang ia lakukan di dunia.

Kelak di akhirat setiap hamba akan ditanya oleh Allah, semua perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di hadapanNya, tidak ada yang bisa luput dari Nya, bahkan dosa-dosa yang ia sembunyikan rapat-rapat dari mata manusiapun akan disingkap oleh Allah. Allah berfirman:

فَوَرَبِّكَ لَنَسۡ‍َٔلَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ 

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua”. (QS. al-Hijr: 92)

Allah juga berfirman:

وَقِفُوهُمۡۖ إِنَّهُم مَّسۡ‍ُٔولُونَ 

Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya.” (QS. ash-Shaffat: 24)

Maka ketika orang yang terjerat dosa mengetahui bahwa setiap dosanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, ia akan takut menjadi orang yang hina di hadapanNya, sehingga ia berusaha untuk segera menjauhi dosa yang digandrunginya.

Solusi Keenam: Tidak Bergaul dengan Teman-teman yang Jelek

Tidak sedikit kita menjumpai orang yang telah terkena candu dosa sadar akan kesalahannya, menyesali perbuatan dosanya, dan bertekad ingin keluar dari kubangan dosa yang telah lama jatuh ke dalamnya. Ia ingin berubah menjadi manusia yang baik namun ia tak kuasa melakukannya, ia berusaha sekuat tenaga menghilangkan kebiasaan dosa tersebut dari dirinya tapi tak pernah berhasil meraihnya, maka di antara faktor utamanya adalah karena masih bergaul dengan teman-teman yang jelek dan enggan untuk meninggalkan mereka.

Rasulullah bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

“Perumpamaan antara teman baik dan teman jelek seperti penjual minyak misk dan tukang pandai besi, maka bila ia penjual minyak misk, kadang ia memberimu minyak, atau engkau membeli minyak darinya, atau engkau mendapat aroma wanginya. Namun apabila ia seorang tukang pandai besi, maka kadang ia membakar pakaianmu, atau engkau mendapat bau yang tak sedap.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Maka seorang yang ingin membersihkan hatinya dari dosa yang berkarat harus mencari teman bergaul yang baik agamanya dan akhlaknya, yang akan selalu membantunya dalam kebaikan, mengingatkannya ketika lupa akan kewajibannya kepada Allah, menasihatinya ketika lalai dan terbuai dengan kenikamatan dunia.

Ia menguatkan hatinya tatkala lemah, dan menghapus air matanya tatkala sedih dan gundah. Sungguh tidak ada kenikmatan yang lebih indah dari mendapatkan teman yang baik dan shalih, maka sebaik-baik teman adalah para ulama yang menghiasi kehidupan mereka dengan ilmu yang bersumber dari al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasul yang shahih di atas pemahaman generasi terbaik umat ini yaitu para sahabat beliau.

Solusi Ketujuh: Selalu mengingat kematian

Rasulullah bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ المَوْت

“Perbanyaklah mengingat peng hancur kenikmatan yaitu kematian” (HR. Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Kematian pasti akan datang menghampiri manusia tanpa diketahui waktunya, walaupun mereka bersembunyi di tempat yang kokoh untuk menjauhinya maka kematian tetap akan men jemputnya. Dan yang lebih mengerikan, kematian datang dengan tiba-tiba dan tak ada yang bisa menduga sebelumnya. Maka pecandu dosa haruslah segera bergegas untuk kembali kepada jalan Allah yang lurus dan istiqamah di atasnya, sehingga terlindungi dari su’ul khatimah (akhir hidup yangjelek).

Inilah beberapa cara yang dapat menghilangkan dosa yang lengket di hati kita, mudah-mudahan Allah menjaga kita dari terjatuh ke dalam dosa, dan mensucikan hati kita dari noda-noda maksiat. Sesungguhnya Allah Maha Menolong hamba hambaNya.

Dinukilkan dari Majalah Adz-Dzakirah Al-Islamiyah Vol. 9 No. 10 Tahun 1433 H/ 2012 M. Kecanduan Dosa Bagaimana Mengobatinya oleh Ustadz Abdul Basith, Lc., M.Pd. Penerbit STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img