BerandaNasehatWahai Saudariku, Sudah Saatnya Engkau Berbusana Syar'i

Wahai Saudariku, Sudah Saatnya Engkau Berbusana Syar’i

Kewajiban Berbusana Syar’i

Wahai saudariku -semoga Allah senantiasa merahmati kita semua-, sesungguhnya kewajiban bagi setiap wanita adalah berbusana yang menutup auratnya dengan mengenakan hijab, dan tahukah wahai saudariku bahwa perkara ini adalah perintah Rabbul Alamiin:

يأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Perintah Allah ini sangat jelas dan gamblang namun ada wanita yang enggan melaksanakannya dengan alasan; “Sekarang belum waktunya bagi saya untuk pakai hijab, karena saya masih sangat relatif muda, nanti kalau sudah berumur dan telah haji, saya akan menggunakan hijab.”

Wahai saudariku, malakul maut senantiasa mengintai di depan pintumu, menunggu perintah Allah untuk mengambil nyawamu kapan saja, tidak peduli usia. Allah berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٞۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ لَا يَسۡتَأۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ 

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.(QS. al-A’raf: 34)

Malaikat pencabut nyawa tidak kenal usia, tua maupun muda, kapan saja siap mencabut nyawa. Bisa jadi dia mendatangimu sedang kondisimu masih dalam maksiat yang besar ini, engkau melawan Allah dengan enggan berbusana muslimah yang syar’i.

berbusana sesuai syari

Baca juga : Alangkah Bahagia Didoakan Malaikat Pemikul ‘Arys

Bersegeralah Dalam Ketaatan

Wahai saudariku, bersegeralah menuju ketaatan bersama orang orang yang taat, memenuh panggilan Allah :

لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَآءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَٰنَهُمۡ أَوۡ عَشِيرَتَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٖ مِّنۡهُۖ وَيُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱللَّهِۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ 

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. (QS. Al Mujadilah : 22)

Allah subhanahu wata’ala juga berfirman :

سَابِقُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا كَعَرۡضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أُعِدَّتۡ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ 

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Al Hadid : 21)

Baca juga : Kiat Menggapai Istiqomah

Balasan Sesuai Dengan Amalan

Wahai saudariku, janganlah engkau melupakan Allah sehingga Dia melupakanmu, menjauhkan rahmatNya darimu di dunia dan di akhirat, dan menjadikan engkan akan melupakan dirimu sendiri sehingga tidak memberikan haknya dengan ketaatan dan ibadah kepadaNya. Allah berfirman tentang orang-orang munafik :

ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ بَعۡضُهُم مِّنۢ بَعۡضٖۚ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمُنكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَقۡبِضُونَ أَيۡدِيَهُمۡۚ نَسُواْ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمۡۚ إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ 

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS. at-Taubah : 67)

Dalam ayat lain Allah berfirman :

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ نَسُواْ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمۡ أَنفُسَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ 

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. al-Hasyr: 19)

Wahai saudariku, jauhilah maksiat yang di antaranya enggan mengenakan jilbab karena Allah sangat keras siksanya dan akan memintain pertanggungjawaban tentang masa mudamu dan semua masa tuamu.

Ringkas kata, “Alangkah panjanganya angan-angan Anda, bagaimana Anda bisa menjamin hidup sampai besok?”.

Dinukil dengan beberapa penambahan dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Vol 09 no. 11 tahun 1433 / 2012. Saudariku, Mengapa Engkau Enggan Berbusana Muslimah? oleh Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc. Penerbit STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.

Baca juga artikel lain:

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img